Tuesday, October 2, 2012

Batu Bata Merah & Batako

Batu bata merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata semakin menurun. Munculnya material-material baru seperti gipsum, bambu yang telah diolah, cenderung lebih dipilih karena memiliki harga lebih murah dan secara arsitektur lebih indah.


Batu Bata Merah

Batako

Ukuran Batu Bata

Saat ini ukuran batu bata yang beredar dipasaran mempunyai  ukuran  dimensi bervariasi baik yang dijumpai dari hasil pabrikasi maupun hasil pekerjaan lokal atau industri rumah tangga.  Untuk bangunan, ukuran standard yang biasa dipergunakan adalah :
  1.     Panjang  240 mm, Lebar 115 mm dan Tebal 52 cm
  2.     Panjang 230 mm, Lebar 110 mm dan Tebal 50 cm
Penyimpangan yang diijinkan untuk ukuran tersebut adalah : Panjang maksimum 3%, Lebar maksimum 4 % dan Tebal maksimum 5%.

Jenis Batu Bata :

  1. Batu Bata Tanah Liat, terbuat dari tanah liat dengan 2 kategori yaitu bata biasa dan bata muka. Bata biasa memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu, bata ini digunakan untuk dingding dengan menggunakan morta(campuran semen) Ssebagai pengikat. Bata jenis ini sering disebut sebagai bata merah. Bata muka , memiliki permukaan yang baik dan licin dan memupnyai warna dan corak yang sragam . Disamping dipergunakan sebagai dinding juga digunakan sebagai penutup d dan sebagai dekoratif.
  2. Batu Bata Pasir – Kapur,  sesuai dengan namanya batu bata ini dibuat dari campuran kapur dan pasir dengan perbandingan 1 : 8 serta air yang ditekankan kedalama campuran sehingga membentuk batu bata.

Klasifikasi Kekuatan Bata

A.  Berdasarkan Kuat Tekan
  1.     Mutu Bata Kelas I : Kuat Tekan Rata – rata lebih besar dari 100 kg/cm2.
  2.     Mutu Bata Kelas II :Kuat Tekan Rata-rata  80 – 100 kg/cm2
  3.     Mutu Bata Kelas III : Kuat Tekan Rata-rata 60 – 80 kg/ cm2

B.  Berdasarkan Compressive Strength (Bata Jenuh air ) dan Penyerapan Air
  1.     Batu Bata Kelas A : Compressive strength diatas 69,0 N/mm2 dan nilai penyerapan tidak lebih 4,5 %
  2.     Batu Bata Kelas B : Compressive strength diatas 48,5 N/mm2 dan nilai penyerapan tidak lebih 7%

 

Kualitas Batas :

  1.     Batu bata  harus bebas dari retak atau cacat, dan dari batu dan benjolan apapun
  2.     Batu bata harus seragam dalam ukuran, dengan sudut tajam dan tepi yang rata.
  3.     Permukaan harus benar dalam bentuk persegi satu sama lainuntuk  menjamin kerapian pekerjaan.
  4.     Mempunyai ukuran, kuat tekan dan daya serap air yang dipersyaratkan

Pengecekan Batu bata yang baik :

  1. Secara visual pengujian batu bata yang baik dan mempunyai kekuatan yang baik akan  memberikan suara dering jika diketok.  Sebuah suara kusam menunjukkan batu bata yang lembut atau goyah.
  2. Sebuah batu bata yang baik tidak harus menyerap lebih dari sepersepuluh  jumlah air. Sebuah tes yang sederhana dapat dilakuakn dengan cara : Mengambil sebuah batu bata dan menimbang ukurannnya, kemudian batu bata  direndam air selama 24 jam, kemudian berat air ditimbang. Selisih hasil timbangan setelah direndam dan sebelum direndam maka dapat dihitung jumlah daya serap air nya.

No comments:

Post a Comment