Showing posts with label Duta Bintaro. Show all posts
Showing posts with label Duta Bintaro. Show all posts

Wednesday, August 22, 2012

Manfaat / Kegunaan Kayu Lapis (Tripleks / Plywood)


Menurut Massijaya (2006), penggunaan kayu lapis dikelompokkan menjadi :

  1. Konstruksi bangunan
·        Paneling: penyekat ruang, pintu, jendela
·        Bahan pelapis
·        Lantai
·        Sidding: dinding
·        Plyform

  1. Konstruksi alat-alat transportasi:
·        Pesawat terbang: pelapis dinding bagian dalam
·        Kereta api: atap, lantai, dinding
·        Truk dan trailer: body

Thursday, August 16, 2012

Penggolongan Kayu Lapis ( Plywood / Tripleks )


Berdasarkan penggunaannya, kayu lapis dikelompokkan menjadi dua yaitu : interior dan eksterior plywood. Youngquis (1999) mengelompokkan kayu lapis menjadi dua bagian, yaitu :
  1. Kayu lapis konstruksi dan industrial,
  2. Kayu lapis hardwood dan dekoratif.

Berdasarkan jenis perekat yang dipergunakan, pengelompokan kayu lapis dibedakan menjadi dua :
  1. Kayu lapis Interior yaitu kayu lapis yang penggunaannya di dalam ruangan atau dengan kata lain tidak langsung terekspos oleh kondisi lingkungan luar ruangan, perekat yang dipergunakan adalah perekat interior seperti UF, MF dan MUF.
  2. Kayu lapis Eksterior yaitu kayu lapis yang penggunaannya di luar ruangan yang terekspos langsung dengan kondisi luar ruangan, perekat yang dipergunakan adalah perekat eksterior seperti PF.

Berdasarkan Vinir mukanya, kayu lapis dikelompokkan menjadi :
  1. Ordinary Plywood  yaitu  kayu lapis dimana vinir mukanya dihasilkan dari proses rotary cutting.
  2. Fancy Plywood  yaitu kayu lapis dimana vinir mukanya terbuat dari kayu-kayu indah dan dihasilkan dari proses slice cutting atau half rotary cutting.


Sejarah (Asal Mula) Kayu Lapis / Plywood / Tripleks


Kayu lapis merupakan produk komposit yang terbuat dari lembaran-lembaran vinir yang direkat bersama dengan susunan bersilangan tegak lurus. Kayu lapis termasuk ke dalam salah satu golongan panel struktural, dimana arah penggunaan kayu lapis ini adalah untuk panel-panel struktural.. Cikal bakal munculnya kayu lapis terjadi di Mesir sekitar tahun 1500 S.M. dimana pada masa tersebut orang-orang Mesir telah mampu membuat vinir untuk menghiasi perabot rumah tangga mereka. Selanjutnya disusul bangsa Yunani dan Roma kuno mengembangkan alat pemotong vinir (Haygreen dan Bowyer, 1993). Seiring dengan meningkatnya kebutuhan bahan konstruksi maka keberadaan industri kayu lapis mulai berkembang.

Perkembangan industri kayu lapis dimulai setelah tahun 1930-an yang ditandai dengan penggunaan kempa panas dari Eropa dan perekat resin sintetis sebagai perkembangan teknis yang memainkan peranan penting pada pertumbuhan awal industri kayu lapis. Pada tahun 1972 di Amerika Serikat ada sekitar 600 perusahaan pembuat kayu lapis dan vinir yang telah mampu mengekspor kayu lapis sebesar US$ 3 milyar (Haygreen dan Bowyer, 1993). Di Indonesia sendiri, perkembangan industri kayu lapis terjadi sekitar tahun 1980-an semenjak diberlakukannya larangan ekspor kayu bulat oleh pemerintah. Pada tahun tersebut kondisi hutan di Indonesia masih sangat mendukung perkembangan industri kayu lapis, keterseduaan log-log kayu berdiameter besar dan silindris yang berasal dari hutan alam sebagai syarat utama bahan baku dalam pembuatan kayu lapis masih cukup melimpah.

Lain halnya dengan sekarang, kondisi hutan alam sudah tidak mampu lagi mensuplai kayu berdiamater besar, hal ini berdampak pada terancamnya keberadaan industri kayu lapis yang ada. Ketersediaan bahan baku berkualitas dari hutan alam semakin menurun, telah membuat para ahli dan pelaku industri kayu lapis mulai berpikir mengenai efisiensi dan regulasi terhadap bahan baku (log) untuk membuat kayu lapis.

Melalui perbaikan dan peningkatan teknologi telah berhasil meningkatkan rendemen vinir yang dihasilkan. Persyaratan log berdiameter besar sudah tidak menjadi factor utama lagi, pemanfaatan log berdiameter kecil sudah bias dipergunakan dalam pembuatan kayu lapis karena di industri kayu lapis telah menggunakan spindles.

Keberadaan spindles mampu meminimalisasi diameter log yang tersisa setelah proses pengupasan dimana pada saat menggunakan metode konvensional tanpa spindles, diameter log sisa sekitar 15-20 cm telah dapat direduksi menjadi 5 cm sehingga hal ini berakibat pada peningkatan rendemen vinir yang dihasilkan.


Disadur dari ( Karya Tulis berjudul Kayu Lapis (Plywood) oleh Apri Heri Iswanto, S.Hut, M.Si ).


Perbedaan Multipleks, MDF dan Partikel Board

Perbedaan Multipleks, MDF dan Partikel Board

By Imania Desain ( http://www.imaniadesain.com/perbedaan-multipleks-mdf-partikelboard )

partikel-board
partikel board


Plywood/multipleks merupakan kayu olahan yang relatif lebih kuat dibanding jenis kayu olahan lainnya seperti hdf,mdf,blockboard atau partikel board . Bahan dasar plywood adalah kulit kayu yang berlapis-lapis dan dipress, sedangkan mdf atau hdf adalah serbuk kayu halus yg diproses menyerupai bahan kertas yg tebal dan solid .

Plywood/multipleks memiliki kualitas lebih baik dibanding jenis kayu olahan lainnya. Tekstur lapisan kayunya lebih rapat, sehingga memiliki kekuatan yang lebih baik dan daya tahan terhadap air lebih kuat . Urutan berikutnya dari yang lebih kuat ke yang kurang kuat adalah bahan Plywood/multipleks, bloackboard, MDF, dan particle board .

Blockboard mirip dengan Multipleks, perbedaannya blockboard lapisannya terbuat dari potongan-potongan kayu yang disusun horisontal sedangkan multipleks terdiri dari lapisan kulit kayu yang bertumpuk-tumpuk secara vertikal . Plywood dan Bloackboard biasanya dilapisi kulit kayu jati, sungkai, nyatoh atau kulit kayu lainnya . Sedangkan particle board dan MDF biasanya digunakan pada furniture fabrikasi yang dijual dalam bentuk sudah “jadi” biasanya pelapis luarnya kertas bertekstur .


multipleks-plywoodmultipleks-plywood

Dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan kayu olahan lainnya, menyebabkan furniture dengan bahan multipleks dan blockboard memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan mdf atau partikel board .


kayu olahan MDF
kayu olahan MDF


Partikel board adalah jenis kayu olahan yang terendah kelasnya. Partikel board sangat rentan air, karena berbahan dasar serbuk kayu kasar yang dipress sehingga memiliki pori-pori yg lebih besar dibandingkan mdf atau hdf,sehingga mudah ditembus air dan tidak kuat menahan beban berat . Untuk penggunaan bahan furniture dalam interior berdasarkan custom made ( desain khusus) partikel board jarang dipakai . Mdf memiliki kualitas lebih baik dibandingkan partikel board . Mdf atau hdf banyak dipakai sebagai bahan dasar furniture import .

Wednesday, August 15, 2012

Pengenalan tentang Kayu Lapis ( Plywood / Triplek )

PLYWOOD atau biasa dikenal dengan sebutan KAYU LAPIS atau TRIPLEK. Plywood terbuat dari lembaran kayu tipis (veeneer) dengan cara dipotong tipis-tipis menggunakan mesin khusus dengan ketebalan antara 0.6 mm hingga 3 mm. Setiap lembaran kayu tersebut dilem dengan menggunakan lem khusus, kemudian disusun dengan arah sudut berbeda-beda agar dapat menghasilkan kekuatan terhadap tekanan.

Jumlah lapisan disesuaikan dengan ketebalan yang diinginkan dan jumlahnya harus ganjil (3,5,7,9, dst lembar). Setelah disusun dengan jumlah ketebalan yang diinginkan kemudian lembaran-lembaran tersebut dipress dengan tekanan yang sangat tinggi serta suhu hingga 140 derajat Celcius. Selain jenis kayu, jenis perekat atau lem adalah unsur penting dalam pembuatan Plywood, ada 3 jenis lem yang biasa dipakai dalam pembuatan Plywood yaitu : UF (Urea Formaldehyde), MF (Melamine Formaldehyde), dan PF (Phenolic Formaldehyde).

Lem UF dipergunakan dalam pembuatan Plywood yang tidak terlalu membutuhkan kekuatan yang tinggi, misalnya untuk pembuatan indoor furniture, kebanyakan triplek yang beredar di pasaran Indonesia menggunakan lem jenis ini.

Lem MF adalah lem triplek yang mengandung melamine, sama seperti lem UF, lem MF juga dipergunakan untuk pembuatan plywood yang dipergunakan untuk indoor tetapi lem MF memiliki kekuatan dan hasil plywood yang lebih baik daripada yang menggunakan lem UF.

Lem PF banyak dipergunakan dalam pembuatan Plywood yang membutuhkan ketahanan tinggi misalnya Plywood tahan cuaca (WBP Plywood) atau untuk plywood yang dipergunakan dalam pengecoran (Film Paced Plywood) atau juga dipergunakan dalam pembuatan kapal layar (Marine Plywood).

Keunggulan dari kayu lapis dibandingkan dengan kayu solid adalah dimensinya lebih stabil, tidak pecah/retak pada pinggirnya jika dipaku, keteguhan tarik tegak lurus serat lebih besar, ringan dibandingkan luas permukaannya, bidang yang luas dapat ditutup dalam waktu yang singkat, kuat pegang sekrupnya relative tinggi serta warna, tekstur dan serat dapat diseragamkan sehingga corak atau polanya bisa simetris.


Disadur dari ( http://mr-plywood.com/pengenalan-tentang-plywood/ ).